JANGAN TENGGELAM DENGAN DUNIA
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii,puji dan syukur atas nikmat Allah subhanahu wa ta'ala.
Saudaraku sesama muslim marilah kita pererat tali persaudaraan kita dengan memahamin makna Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.Dunia ini adalah penjara bagi umat muslim dan surga bagi orang-orang kafir.Mengapa demikian,karena dunia ini banyak tipu daya dan hawa nafsu dari syaitan.Jika seorang muslim tak bisa menahan hawa nafsu dan tak bisa membedakan haq dan batil,ini merupakan bencana bagi dirinya sendiri.
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Ayahnya dari Sahl dia berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tempat cemeti di surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya, sungguh berpagi-pagi atau sore hari di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia seisinya."
Wallahu A'lam Bishawab
Saudaraku sesama muslim marilah kita pererat tali persaudaraan kita dengan memahamin makna Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.Dunia ini adalah penjara bagi umat muslim dan surga bagi orang-orang kafir.Mengapa demikian,karena dunia ini banyak tipu daya dan hawa nafsu dari syaitan.Jika seorang muslim tak bisa menahan hawa nafsu dan tak bisa membedakan haq dan batil,ini merupakan bencana bagi dirinya sendiri.
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Ayahnya dari Sahl dia berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tempat cemeti di surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya, sungguh berpagi-pagi atau sore hari di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia seisinya."
Shahih Bukhari fatul bari no 6415
Hadits di atas menunjukkan bahwa dunia ini memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan surga padahal hanya tempat cemetinya saja.Jangan sekali-sekali kita menganggap dunia ini lebih baik dari amalan-amalan akhirat yang sudah kita lakukan.
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Al Laits bin Sa'd dari Yazid bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari 'Uqbah bin 'Amir bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dan menyalatkan terhadap para sahabat yang tewas di perang Uhud, lantas beliau menuju mimbar dan bersabda: "Aku lebih dahulu wafat daripada kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian, dan aku demi Allah, sungguh telah melihat telagaku sekarang, dan aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi. Demi Allah, saya tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang justru aku khawatirkan atas kalian adalah kalian bersaing terhadap kekayaan-kekayaan bumi."
Shahih Bukhari fatul bari no 6426
Namun bukan berarti seorang muslim haram untuk menjadi kaya atau tidak boleh kaya justru Rasul kita mengajarkan kita berusaha keras.Mari kita pahami sama-sama bagaimana Allah dan Rasul-Nya meridhai dan memberi keberkahan terhadap kekayaan tersebut.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma'il berkata, telah menceritakan kepada saya Qais dari Ibnu Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh iri (dengki) kecuali kepada dua hal. (Yaitu kepada) seorang yang Allah berikan kepadanya harta lalu dia menguasainya dan membelanjakannya di jalan yang haq (benar) dan seorang yang Allah berikan hikmah (ilmu) lalu dia melaksanakannya dan mengajarkannya (kepada orang lain) ".
Shahih Bukhari fatul bari no 1409
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami 'Isa bin Yunus dari Tsaur dari Khalid bin Ma'dan dari Al Miqdam radhiAllahu 'anhu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada seorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud alaihis sallam memakan makanan dari hasil usahanya sendiri".
Shahih Bukhari fatul bari no 2072
Yang harus kita pahami adalah cicipilah dunia secukupnya jangan sampai tenggelam dengan dunia.Seandainya salah satu dari kita berusaha keras dan lalu mendapat kekayaan itu merupakan bentuk ujian dan amanah dari Allah Subhanahu wa ta'ala.Gunakanlah harta tersebut di jalan Allah dan jangan gunakan untuk hal-hal yang Allah tidak ridhai.Karena jika kita menggunakan dan membelanjakan dalam hal yang Allah tidak ridhai.Tunggulah janji Allah yang pasti,jika kita tidak dirugikan di dunia pasti kita dirugikan di akhirat.
Demikianlah yang bisa kami beritahu,mari kita belajar bersama tentang islam,terutama dalam adab dikehidupan kita sehari-sehari.
Wallahu A'lam Bishawab
Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Comments
Post a Comment